Posyandu dan bidan menjadi ujung tombak penanggulangan stunting. Preferensi stunting di Kabupaten Bantul pada tahun 2021 19,1 % dan di tahun 2022 turun menjadi 14,9%.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Bantul Propinsi DIY, Nur Allailiyah, S.SiT., Bdn., MPH. dalam wawancaranya oleh TVRI menyampaikan bahwa “IBI adalah mitra pemerintah dalam bidang Kesehatan terutama dalam penurunan stunting. IBI berperan aktif melakukan evaluasi dan monitoring Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masyarakat dimana IBI turun langsung mendampingi TPK di masyarakat kepada kelompok sasaran yaitu ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita stunting. Bidan adalah bagian/sebagai anggota IBI yang secara berperan aktif dalam pemberian edukasi, implementasi dan penyuluhan kepada msyarakat khususnya balita dengan gangguan pertumbuhan terutama stunting melalui ibu/pengasuhnya langsung.
Peran ini dilakukan oleh bidan baik yang bekerja di semua jenjang fasilitas Kesehatan, bidan mandiri maupun bidan yang bertugas di posyandu. Pesan untuk masyarakat terkait tumbuh kembang anak adalah bahwa pemantauan tumbang anak sangat penting dan ini menjadi modal dalam mewujudkan generasi yang diandalkan di masa yang akan datang ketika seorang anak tumbuh dengan baik. Pesan bagi para ibu terutama ibu bekerja yang tidak bisa mendampingi anak saat di posyandu, mohon ijin dan mohon untuk bisa selalu memperhatikan tumbuh kembang anak. Jangan lupa selalu dilihat buku KIA saat anak pulang dari posyandu untuk melihat bagaimana kenaikan BB dan stimulasi-stimulasi apa yang sebaiknya dilakukan sesuai tahap usia anak.




